Iklan

Jumat, 02 September 2022, September 02, 2022 WIB
Last Updated 2022-09-02T01:38:59Z

Isu Agraria dan Kebijakan Publik, Jadi Fokus Gerakan PKC PMII Jawa Timur

Jember,- Peduli Rakyat news.-
Persoalan isu agraria dan kebijakan publik menjadi isu yang sering terjadi di berbagai daerah. Hal itu akan menjadi fokus kawalan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur dalam periode mendatang.

Mandataris Konkoorcab XXIV PMII Jatim, Baijuri menegaskan pada dua fokus isu. Pertama, kebijakan publik yakni bagaimana kemudian kebijakan pemerintah dapat berpihak kepada rakyat.

"Kedua, masalah sumber-sumber agraria yang sampai saat ini masih menjadi isu fundamen di bawah yang perlu kita kawal bersama dengan cabang-cabang di seluruh Jawa Timur," kata Baijuri di Surabaya, Kamis (01/09/2022).

Ditanya tentang detail kawalannya, Baijuri bersama kepengurusan PKC PMII Jatim periode 2022-2024 mendatang akan melakukan penyusunan konsepsi dan pembagian tugas secara bertahap. 

"Seperti kebijakan Tata ruang (RTRW), RDTRK, RPJPD, RPJMD sekaligus anggaran merupakan muara utama berbicara pembangunan di sebuah daerah. Kita akan konsen pada hal ini ke depan. Karena hal itu yang akan menentukan kesejahteraan rakyat," jelasnya.

Lebih jauh, Baijuri menuturkan bahwa berkaitan dengan masalah sumber-sumber agraria, dirinya menginginkan adanya alat ukur (riset) dan wacana alternatif.

"Di Jawa Timur banyak isu perampasan lahan, kita bicarakan terkait dengan solusi alternatifnya dengan masyarakat terdampak. Tentu ini harus juga menjadi bahan isu yang strategis bersama dengan cabang-cabang di bawah naungan PKC PMII Jatim," ungkapnya.

Lebih jauh, pria kelahiran Bondowoso ini menginginkan, pola gerakan PMII di Jawa Timur terintegrasi. Hal tersebut ia sampaikan saat ditanyai mengenai pola gerakan PMII Jawa Timur dalam kepemimpinannya dua tahun mendatang.

"Kami menginginkan gerakan yang ideal dan terintegrasi, tentunya dengan berkolaborasi dengan cabang-cabang di seluruh Jawa Timur," tegasnya.

Menurutnya, gerakan yang terintegrasi akan mempunyai effect percepatan dan efisiensi waktu serta tenaga. 

"Sesuai dengan visi dan misi kami, tentunya gerakan yang demikian (terintegrasi) memiliki daya dobrak yang signifikan," tandasnya.(Tahrir)