Iklan

Jumat, 26 Agustus 2022, Agustus 26, 2022 WIB
Last Updated 2022-08-26T02:32:54Z

Latih Guru Madrasah, Pergunu dan KKMI Kencong Gelar Workshop Kurikulum Merdeka

Jember,- Peduli Rakyat news.-
Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kencong, Jember bekerja sama dengan Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan  Kencong. Kerja sama tersebut dengan menggelar kegiatan workshop implementasi kurikulum merdeka untuk guru madrasah. Kegiatan dipusatkan di aula Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Kabupaten Jember sejak Selasa hingga Kamis (23-25/08/2022).


Ketua PC Pergunu Kencong, Ahmad Zailani mengatakan dinamika penerapan kurikulum merdeka pada madrasah masih berupa piloting dan belum semua menerapkan kurikulum.


"Bersama KKMI Kecamatan Kencong, kami berikhtiar untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada seluruh guru madrasah," katanya saat dikonfirmasi, Jum'at, (26/08/2022).


Dikemukakan, pihaknya menargetkan tahun depan kurikulum merdeka akan diimplementasikan di seluruh madrasah yang berada di wilayahnya. Maka dari itu, pria yang menjabat kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Huda Kencong ini menegaskan agar seluruh guru madrasah benar-benar siap dan terlatih dengan baik.


“Dengan adanya kegiatan workshop implementasi kurikulum merdeka ini kami berharap semua lembaga pendidikan yang berafiliasi dengan NU dapat mengimplementasikan kurikulum merdeka,” ujarnya.


Sementara itu, H Faisal Abrari Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Jember ini mengapresiasi atas digelarnya workshop tersebut. Menurut dia, setiap kebijakan baru mengenai pendidikan atau kurikulum, harus dimaknai sebagai ikhtiar memajukan pendidikan nasional.


"Kurikulum ini diciptakan berdasarkan perkembangan-perkembangan ilmu pengetahuan dan juga perkembangan sosial masyarakat yang memang tumbuh dengan sangat cepat,” ujarnya.


Menurut Faisal, mengelola pendidikan membutuhkan kreasi dan inovasi tiada henti. Oleh karena itu, kurikulum merdeka merupakan ikhtiar menyempurnakan kurikulum sebelumnya.


“Bapak ibu guru yang berada di garda paling depan dalam melaksanakan proses pendidikan dan berhadapan langsung dengan masyarakat, harus terus belajar dan berlatih," tandasnya. 


Diketahui, dalam kegiatan ini juga digelar sosialisasi program pascasarjana (S2) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) kepada puluhan guru madrasah di wilayah setempat.(Tahrir )