Iklan

Kamis, 17 Februari 2022, Februari 17, 2022 WIB
Last Updated 2022-02-17T01:57:22Z

Rapat Koordinasi Jelang Nyepi, Ini Kata Kapolres Jembrana


Jembrana, Peduli Rakyat News - Rapat koordinasi penyusunan seruan bersama yang diselenggarakan di Aula FKUB Jalan Hasanudin No. 1, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan/Kabupaten Jembrana membahas terkait antisipasi dan kesiapan dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1944 ditengah situasi pandemi Covid-19.

Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana, S.H., S.I.K., M.I.K. menghadiri rapat Koordinasi  bersama Bupati Jembrana yang diwakili Asisten 1, Dandim 1617/Jembarana yang diwakili Pasi Inteldim, Plh. Kasat Intelkam, Kaban Kesbang Pol, Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua MDA, Ketua PHDI, Ketua MUI, Ketua MPUK, Ketua PAROKI, Ketua WALUBI, Katua MAKIN, Kabag Kesra Setda, Seluruh Camat, Kasi Urusan Agama Hindu Kemenag, Kasi Urusan Agama Islam, Majelis Alit Desa Pakraman, Ketua FKUB Kecamatan, Ketua PHDI Kecamatan dan Ketua Pasikian Pecalang Jembrana.

Diawali Ketua FKUB Jembrana I Komang Arsana, S.Pd. yang sekaligus selaku Ketua PHDI menyampaikan bahwa tujuan rapat ini dilaksanakan guna mengantisipasi dan menyamakan persepsi untuk umat Hindu yang melaksanakan Hari Raya Nyepi dan juga mohon masukan-masukan dari para undangan untuk kita buat seruan bersama dengan toleransi umat beragama di Kab. Jembrana yang setiap tahun dilaksanakan dengan aman, nyaman, dan damai.

"Untuk Hari Raya Nyepi Tahun 2022 Tahun Caka 1944 yang jatuh pada tanggal 3 Maret 2022, dimana terkait rangkaian kegiatan dimulai dari tanggal 28 Februari 2022 yaitu kegiatan Melasti, kemudian tanggal 2 Maret 2022 dilaksanakan kegiatan Pengrupukan/Pecaruan dan tanggal 3 Maret 2022 pelaksanaan hari Raya Nyepi Tahun Caka 1944," jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Jembrana menyampaikan berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan Hari Raya Nyepi Tahun 2022 ini diharapkan PHDI Jembrana untuk menyampaikan kepada masyarakat agar dalam pelaksanaan kegiatan dapat sama-sama saling menjaga keamanan dan ketertiban.

"Disamping itu, pelaksanaan pawai ogoh-ogoh yang merupakan sebuah tradisi dalam menyambut Hari Raya Nyepi yang mana telah dipertegas oleh PHDI Kab. Jembrana bahwasanya ditiadakan agar benar-benar diteruskan kepada lapisan masyarakat Jembrana sehingga dapat diterima dengan baik khususnya muda-mudi," kata Kapolres.

Asisten I Sekda Kab. Jembrana Drs. I Nengah Ledang juga menyampaikan mari kita himbau bersama kepada masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan beragama agar dalam perayaan Nyepi Tahun 2022 ini kita saling bertoleransi antar umat beragama sehingga dapat terlaksana dengan aman dan lancar. 

Kakan Kemenag Kab. Jembrana I Gede Sumarawan mengatakan, bahwa pelaksanaan kegiatan Hari Raya Nyepi ini tidak dilaksanakan kegiatan ogoh-ogoh (ditiadakan), agar dapat dimaklumi secara bersama khususnya oleh umat Hindu dimana dalam pertimbangannya saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

 "Mohon semua lembaga agama dan Kecamatan di tingkat Desa/Kelurahan nantinya disosialisasikan terkait seruan Hari Raya Nyepi ini agar dalam pelaksanaan nantinya dapat berjalan tertib, aman, dan nyaman," imbuhnya.

Adapun isi seruan Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Bali Tahun 2022, pertama Bagi Umat Hindu dalam melaksanakan rangkaian perayaan Hari Raya Suci Nyepi Tahun Baru Çaka 1944 meliputi : Melis, Pengerupukan, Sipeng (Catur Bratha Penyepian) dan Ngembak Geni dengan khusyuk dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Kemudian Bagi penyedia jasa transportasi (darat, laut, dan udara) tidak diperkenankan beroperasi selama pelaksanaan Hari Raya
Suci Nyepi pada hari Kamis, 3 Maret 2022 dari pukul 06.00 Wita s/d Jumat, 4 Maret 2022 pukul 06.00 Wita.

lanjut, Lembaga Penyiaran Radio dan Televisi tidak diperkenankan untuk bersiaran selama pelaksanaan Hari Raya Suci Nyepi pada hari Kamis, 3 Maret 2022 dari pukul 06.00 Wita s/d Jumat, 4 Maret 2022 pukul 06.00 Wita.

Provider penyedia jasa seluler dan IPTV agar mematikan data seluler (internet) dari hari Kamis, 3 Maret 2022 dari pukul 06.00 Wita s/d Jumat, 4 Maret 2022 pukul 06.00 Wita.

Masyarakat tidak diperkenankan menyalakan petasan/mercon, pengeras suara, bunyi-bunyian, dan mengoperasikan drone atau sejenisnya yang sifatnya mengganggu kesucian Hari Raya Suci Nyepi dan membahayakan ketertiban umum.

Hotel dan penyedia jasa hiburan lainnya yang ada di Bali tidak diperkenankan mempromosikan usahanya dengan branding Hari Raya Suci Nyepi.

Bagi seluruh umat yang melaksanakan ibadah lain pada Hari Raya Suci Nyepi agar beribadah di rumah saja.

Prajuru Desa Adat, Pecalang, dan Aparat Desa/Kelurahan bertanggungjawab mengamankan rangkaian Hari Raya Suci Nyepi di wilayahnya masing-masing dan berkoordinasi dengan aparat keamanan terkait.

Seluruh umat wajib menjaga dan menghormati kesucian Hari Raya Suci Nyepi.

Terakhir, Majelis-Majelis Agama dan Keagamaan serta instansi terkait agar mensosialisasikan seruan ini kepada seluruh umat beragama di Bali sebagai upaya untuk meningkatkan toleransi beragama.

Kapolres juga berpesan kepada Bapak-bapak para Ketua dari umat lainnya yang hadir pada hari ini, dimohon dapat saling pengertian dan saling menghormati serta mendukung pelaksanaan kegiatan Hari Raya Nyepi Tahun 2022 sehingga dapat berjalan dengan aman dan kondusif.

"Kami dari instansi Polri bersinergi dengan TNI akan tetap mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan Hari Raya Nyepi Tahun 2022 ini dalam rangka pengamanan guna terciptanya situasi tertib, aman, dan kondusif," pungkas Kapolres.

(Agus)