Iklan

Kamis, 10 Februari 2022, Februari 10, 2022 WIB
Last Updated 2022-02-10T06:18:06Z

Omicron Meroket, ASDP Gilimanuk Pinta Pengguna Jasa Perhatikan Prokes


Jembrana, Peduli Rakyat News - Seiring meningkatnya Kasus Terkonfirmasi varian Omicron di sejumlah wilayah, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) meminta seluruh penumpang atau pengguna jasa agar mewaspadai Covid-19 varian Omicron dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Meneger Usaha Pelabuhan Gilimanuk PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) David Atma Wijaya saat ditemui awak media  mengajak masyarakat yang hendak melakukan penyeberangan menggunakan kapal feri agar mempersiapkan perjalanan lebih awal, menjaga stamina kesehatan, dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Belakangan ini tren penyebaran Covid-19 dengan varian Omicron sangat cepat. Kami minta bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan agar tetap waspada, menjaga kesehatan tubuh, patuhi syarat penyeberangan, dan yang utama taat protokol kesehatan. Pengguna jasa baik di terminal atau kapal wajib menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” pintanya, kamis (10/2/2022).

David juga mengingatkan kepada pengguna jasa transportasi kapal feri agar mematuhi syarat perjalanan yang telah ditetapkan pemerintah.

Khusus pengguna jasa penyeberangan di Gilimanuk-Ketapang, dia meminta agar melakukan reservasi tiket online secara mandiri via Brilink, dan mematuhi syarat perjalanan yang ditetapkan, termasuk menunjukkan data vaksinasi, serta antigen/PCR di aplikasi PeduliLindungi.

“Dalam menekan penyebaran Covid-19, pemerintah telah menetapkan syarat perjalanan penyeberangan wajib menunjukkan kartu vaksinasi [minimal dosis pertama] dan hasil negatif Rapid Test PCR yang berlaku 3x24 jam, atau Antigen yang berlaku 1x24 jam,” ujarnya.

Terkait ketentuan vaksinasi, dia menyebut, pemerintah memberikan pengecualian kepada pengguna jasa 12 tahun ke bawah dan juga penumpang dengan kondisi kesehatan khusus, ataupun komorbid dengan melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah.

Untuk pengemudi kendaraan logistik, sambung David, juga diberikan pengecualian. Jika sudah vaksinasi 2 kali, maka syarat hasil negatif antigen berlaku 14x24 jam sebelum masuk pelabuhan.

(Agus)