Iklan

Kamis, 27 Januari 2022, Januari 27, 2022 WIB
Last Updated 2022-01-27T14:21:46Z

Lima Pembalak Sonokeling di Bali Digiring Petugas


Buleleng, Peduli Rakyat News -
Aksi Komplotan penebang kayu sonokeling atau pembalakan liar di kawasan Hutan Munduk Tiing Tali, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, berhasil digagalkan.

Sedikitnya ada lima orang yang ditangkap petugas dalam kasus illegal logging ini. Masing-masing Wayan Dapet Yasa, Komang Yasa, Rohmad David Salam, Febrianto dan Komang Sujana. 

Kapolsek Sukasada, Kompol Agus Dwi Wirawan, dalam keterangan persnya di Mapolres Buleleng mengatakan, para kawanan ini ditangkap karena menebang kayu di hutan secara ilegal, Kamis (27/1/2022)

"Mereka menjual, memasarkan, membeli, mengangkut hasil menebang kayu di hutan dengan tidak syah," ujarnya.

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang didapat petugas Bhabinkamtibmas Desa Panji, Aiptu Nyoman Wijaya, tentang adanya pencurian kayu di hutan. Lalu, meminta bantuan Kelian Banjar Mandul di Desa Panji bernama Dewa Putu Sujati untuk menghubungi Babinsa, pada Jumat (21/1) pukul 18.30 Wita. 

Kemudian bersama-sama menuju ke TKP. Ketika memasuki hutan hari sudah gelap dan petugas menemukan tiga gelondong kayu diantaranya dua gelondong sudah di atas kendaraan pickup Nomor Polisi (Nopol) DK 8709 UW, sementara satu gelondong di atas kereta dorong atau (gretek) Saat bersamaan juga ditemukan dua orang warga atau pelaku yakni Wayan Dapet Yasa dan Komang Yasa.

"Keduanya langsung ditangkap bersama barang bukti kayu glondongan dan mobil pickup. Dengan dibantu warga lainnya diserahkan ke Mapolsek Sukasada," ungkap Kompol Wirawan.

Dari hasil interogasi, keduanya mengakui perbuatannya, telah melakukan pekerjaan penebangan kayu di hutan dan mengangkut sonokeling tersebut. Sementara untuk pelaku lainnya yaitu Rohmad David Salam, Febrianto dan Komang Sujana alias Daplut dikejar dan ditangkap di rumah  masing-masing.

"Untuk peran masing masing, Dapet dan Yasa selaku inisiator, David sebagai pembeli kayu, Febrianto penebang dan Sujana memasarkan," bebernya. 

Barang bukti yang berhasil diamankan 1 unit mobil pickup, 4 potong kayu gelondongan jenis sonokeling, 1 alat bantu angkut atau gretek, uang tunai Rp 2,5 juta dan kasus ini masih dalam pengembangan dan penyelidikan.

Atas perbuatan para pelaku dijerat dengan Pasal 87, Ayat a Yo pasal 12 huruf k, UU RI Nomor 18, Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, ancaman penjara satu tahun paling singkat dan lama lima tahun, serta pidana denda Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar. 

(Agus)