Iklan

Senin, 17 Januari 2022, Januari 17, 2022 WIB
Last Updated 2022-01-17T10:37:05Z

Edar dan Kosumsi Narkoba, Dua Anggota Polres Badung di PTDH


Badung, Peduli Rakyat News - Tersandung kasus pidana penyalahgunaan Narkotika, dua orang personel Polres Badung di perhentikan tidak dengan hormat (PTDH) dari dinas kepolisian RI.

Dua anggota tersebut ialah, Briptu Gde Made Ardana (36) personil Satsamapta Polres Badung dan Aiptu I Gusti Ngurah Menara (49) anggota SPKT Polsek Mengwi.

PDTH itu dilakukan dengan menggelar apel di Halaman Mapolres Badung, yang dipimpin  langsung Kapolres AKBP Leo Dedy Defretes dihadiri seluruh personel, Senin (17/1/ 2022).

Dari pantauan di lokasi PTDH, Polres Badung tidak mendatangkan tersangka, hanya menghadirkan dua photo dalam bingkai pigura. Dimana yang bersangkutan tengah menjalani tahanan di Lapas Narkotika Bangli. Kapolres saat memecat dua anggota itu dengan cara mencoret photo mereka. 

AKBP Leo Dedy usai memimpin apel PDTH, mengatakan, semua yang dilakukan sudah mengikuti proses internal di kepolisian. "Pemberhentian ini sudah sesuai dengan surat keputusan Kapolda Bali, nomor Kep/981/XII/2021 dan nomor Kep/978/XII/2021," ungkap Kapolres Badung. 

Dari putusan, dijelaskan Kapolres,  bahwa Gde Made Ardhana dengan pangkat Briptu dan Jabatan Banit 13 Unit Dalmas 1 Satsamapta Polres Badung, melanggar pasal 22 ayat (1) huruf a Perkap Nomor 14 Tahun 2011, tentang Kode Etik Profisi Polri jo pasal 12 ayat (1) huruf a PPRI Nomor 1 Tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri. 

Demikian juga dengan personel I Gusti Ngurah Menara (49) yang berpangkatkan Aiptu dan Jabatan BA SPKT 5 Polsek Mengwi.

"Jadi dua personel ini terjerat kasus narkotika. Mereka memiliki, menguasai, dan menggunakan narkoba tersebut," jelasnya. 

Atas perbuatan tersebut, tersangka Gde Made Ardana divonis 8 tahun penjara, sementara Gusti Ngurah Menara 11 tahun. Oleh karena itu kepada para anggota yang masih bertugas diwanti wanti untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum. 

Mengingat sebagai pelayan masyarakat, Polri harus aktif melakukan kegiatan positif yang sesuai dengan SOP. Dan diminta untuk harus bisa berkerjasama dengan masyarakat.

"Kami berharap adanya sinergitas antaran Polri dan masyarakat, utamanya saat ada kegiatan pengamanan, " tutupnya.

(Agus)