Iklan

Selasa, 25 Januari 2022, Januari 25, 2022 WIB
Last Updated 2022-01-25T09:40:19Z

Dihantam Gelombang Tinggi, Dua Nelayan Asal Pengambengan Selamat


Jembrana, Peduli Rakyat News -  Nasib Sial dialami dua nelayan asal Desa Pengambengan ketika melaut jukungnya (perahu kecil) terbalik dihantam gelombang tinggi, Senin (24/1) Sore kemarin.

Beruntung kedua nelayan tersebut selamat, ketika kurang lebih satu jam bertahan untuk menunggu pertolongan, dimana saat itu ada Perahu Sendang Biru dari Malang yang lewat dan memberikan pertolongan.

Saat diketahui adanya peristiwa jukung terbalik yang korbanya berasal dari Desa Pengambengan, Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Raka Wiratma, S.H. bersama Kapolsek Negara Kompol I Gst. Made Sudarma Putra, S.Sos., S.H., M.AP. dan TNI AL Sertu Andang beserta Kepala Pos Basarnas I Dewa Hendri langsung menyambangi dua korban laka laut tersebut, Selasa (25/1)

Belakangan diketahui, dua korban laka laut yang selamat yaitu Napan (46) dan anaknya Najib Yahya (22) yang keduanya berasal dari Banjar Ketapang, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara.

Napan menjelaskan bahwa ia bersama anaknya berangkat melaut pada hari Senin (24/1) pukul 13.00 Wita, dengan menggunakan jukung kayu warna Hijau Muda menuju perairan tanjung pasir Alas Purwo-Jatim. Pada sore hari setelah tiba di lokasi, selanjutnya ia melepas jangkar hingga jangkar mencapai dasar laut, kemudian berselang beberapa saat tiba-tiba jukungnya dihantam gelombang tinggi hingga jukungnya terbalik dan ia bersama anaknya mencoba menyelamatkan diri dengan berpegangan pada jukung miliknya yang masih mengapung.

Setelah bertahan sampai satu jam  ia bersama anaknya diselamatkan oleh Perahu Sendang Biru dari Malang, selanjutnya pada hari Selasa (25/1) pukul 06.00 Wita ia bersama anaknya dititip ke Perahu Lestari (Nelayan dari Banjar Muduk Asem Desa Cupel) untuk mengantar pulang ke Desa Pengambengan dan ia bersama anaknya sampai di rumah di Desa Pengambengan pada pukul 08.45 Wita.

"Dua korban jukung terbalik tersebut dapat kembali kerumahnya dalam keadaan selamat dan sehat. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar 25 juta Rupiah," kata Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Raka Wiratma, S.H.

Kasat Polaird menghimbau kepada para nelayan agar tetap waspada dan berhati-hati saat melaut karena cuaca diperairan selat Bali kerap berubah-ubah tidak menentu.

(Agus)