Iklan

Jumat, 29 Oktober 2021, Oktober 29, 2021 WIB
Last Updated 2021-10-29T11:02:18Z
Jember

Sosialisasi Tim Alap Alap Dan K9 Samapta Polres Jember Dalam Antipasi Bencana Alam


Peduli Rakyat News | Jember,- Perkuat Hulu dengan penghijauan, sejahterakan hilir ,bersama Team Alap-alap Samapta Polres Jember dan taman nasional merubetiri dalam antisipasi menghadapi bencana alam.


Sebagai bentuk penyadaran terhadap masyarakat, terkait pentingnya untuk tidak melakukan ilegal logging dikawasan merubetiri selatan Jember.

Balai Merubetiri menggandeng Tim Alap - Alap dan K9 Samapta Polres Jember, melakukan sosialisasi serta silaturrahmi dengan masyarakat Sanenrejo di lapangan Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, Jember pada, Kamis (28/10).

Ini merupakan sebagai bentuk kepedulian kebersamaan serta pelestarian Taman Nasional dengan perkuat hulu Penghijauan dan sejahterakan Hilir.

Menurut Kepala Balai Merubetiri Muhammad Rahman, kali ini pihaknya bersama Polres Jember melakukan upaya pelestarian taman nasional, dengan bertemu langsung dengan warga setempat.

" ini merupakan dalam rangka sinergitas dalam program Konsep Pengelolaan upaya pelestarian kawasan Taman Nasional, bersama-sama dengan tim dari Polres Jember, seringkali kami melakukan upaya pelestarian Taman Nasional," ujarnya.

Selain itu, ia juga menuturkan, jika ini juga bentuk pengendalian illegal logging yang sering terjadi dikawasan taman nasional merubetiri.

"terkait dengan pengendalian illegal logging, kami bersama - sama dengan pihak polres tapi konsepnya adalah bahwa kami tidak melakukan upaya represif, melainkan lebih kepada preventif warga, dengan meyampaikan tentang pentingnya kawasan hutan sebagai sistim penyangga kehidupan," tuturnya.

Ia menambahkan, jika pihak balai Merubetiri bersama tim Polres juga terus melakukan sosialisasi untuk berhenti melakukan ilegal logging.

"kami dengan tim polres juga melakukan tahapan-tahapan sosialisasi penyadaran kepada masyarakat, sehingga akhirnya menyatakan Berhenti melakukan kegiatan illegal logging atas dasar kesadaran sendiri dan dibuktikan dengan menyerahkan alat sensaw nya untuk melakukan kegiatan pencurian kayu," imbuhnya.

Meski demikian, Ia mengatakan, bahwa pihaknya juga melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat yang sudah berhenti tidak melakukan ilegal logging, dengan memberikan usaha mandiri.

"Kami juga melakukan pemberdayaan, yang mana sebelumnya masyarakat profesinya sebagai pelaku illegal logging, kami juga berusaha untuk mencarikan alternatif solusi karena masyarakat di sini ada ketergantungan ke dalam kawasan, kita mencarikan solusi yang lebih produktif dalam rangka untuk apa itu peningkatan ekonomi melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat desa dan masyarakat kita bantu jalan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," ungkapnya.

Oleh karenanya, Ia berharap terhadap warga setempat untuk segera sadar untuk tidak melakukan ilegal logging, supaya upaya pemulihan pelestarian ini segera terwujud.

"Kami bersama - sama masyarakat disini yang akan terdampak langsung, berharap masyarakat akan sadar sehingga masyarakat pun akan melakukan kegiatan upaya pelestarian melalui kegiatan pemulihan ekosistem sistem," tutupnya.

Sementara itu, Kasat Samapta Polres Jember AKP. Eko Besuki Teguh, menyampaikan, bahwa warga tidak boleh melakukan ilegal loging karena itu bisa merubah ekosistem hutan.

"Kami sampaikan kepada warga yang tidak ilegal loging, untuk tidak melakukan Pemotongan pohon secara liar, mari bersama - sama kita menjaga alam dan kemudian nantinya kami akan melakukan penghijauan dengan 1000 bibit ke depannya," ujar Kasat Samapta.

Selain memberikan sosialisasi tentang bahayanya menjadi pelaku ilegal loging, Kasat Samapta juga memberikan penjelasan pentingnya vaksin untuk tubuh manusia.

"Kami juga menjelaskan terkait pentingnya vaksinasi kepada warga setempat, bekerjasama dengan perangkat desa untuk melaksanakan giat vaksinasi," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, team Alap - Alap menerima alat mesin senso sebagai alat pemotong kayu, wujud komitmen warga untuk berhenti melakukan ilegal loging, dengan kesepakatan dan kesadarannya sendiri.

"Warga juga menyerahkan barang bukti mesin pemotong kayu (Sensaw) sebagai tanda komitmen dengan pihak kepolisian," pungkasnya. (Een)