Iklan

Jumat, 29 Oktober 2021, Oktober 29, 2021 WIB
Last Updated 2021-10-29T11:52:07Z
Jember

Perkuat Hulu Untuk Antisipasi Longsor Dan Banjir, Polres Jember Gandeng Instansi Terkait


Peduli Rakyat News | Jember,– Musim hujan yang mulai melanda wilayah Kabupaten Jember, benar-benar menjadi perhatian jajaran Forkopimda Kabupaten Jember, salah satunya yang dilakukan jajaran Samapta Polres Jember, terutama dalam mengantisipasi adanya bencana longsor dan banjir yang selama ini menjadi ‘bencana’ rutin setiap akhir tahun.


Kapolres Jember AKBP. Arif Rachman Arifin melalui Kasat Samapta AKP. Eko Basuki Teguh mengatakan, bahwa dalam menghadapi musim hujan seperti saat ini, pihaknya perlu melakukan mitigasi bencana sejak dini, mulai dari pra bencana, saat bencana dan juga pasca bencana, sehingga diperlukan penguatan di wilayah hulu.


“Saat menghadapi musim hujan seperti saat ini, bencana bisa datang sewaktu-waktu tanpa bisa di prediksi kapan akan terjadi, sehingga diperlukan pemetaan dengan melakukan mitigasi bencana di wilayah hulu atau lereng-lereng pegunungan, hal ini untuk meminimalisir adanya korban baik jiwa maupun harta yang lebih besar,” ujar Kasat Samapta, Kamis (28/10/2021).


Kasat Samapta menjelaskan, bahwa peristiwa pohon roboh dan menimpa mobil pada hujan lebat yang disertai angin kencang pada Rabu (27/10/2021) beberapa waktu lalu atau sehari setelah digelarnya apel pasukan kesiapsiagaan, menjadi tolak ukur kesiapan siagaan petugas dari berbagai lini yang menanganani bencana di Kabupaten Jember.


“Kemarin bisa dilihat saat ada mobil tertimpa pohon, bagaiamana petugas langsung bergerak cepat dalam melakukan penanganan, selain tidak ada korban jiwa, penanganan pasca kejadian juga cukup cepat, tidak sampai 1 jam, kondisi jalan sudah bisa normal kembali, hal ini tidak lepas dari kesiapsiagaan petugas mulai dari TNI, Polri, BPBD, Tagana dan juga tim lainnya,” beber Kasat.


Kasat Samapta juga tidak memungkiri, bahwa cepatnya penanganan pohon roboh di wilayah perkotaan pada Rabu sore lalu, hal ini dikarenakan lokasinya yang ada di perkotaan.



Lalu bagaimana jika bencana terjadi di pedesaan dan pegunungan? Untuk mengantisipasinya, pihaknya perlu melakukan mitigasi ke hulu dengan menggandeng instansi terkait. “Kami akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti TNMB, Perhutani, PTPN XII, karena wilayah hulu banyak dibawah kewenangan instansi tersebut, tentunya kami juga melibatkan BPBD dan Basarnas,” bebernya.


Dengan adanya koordinasi lintas Instansi, maka titik rawan bencana bisa diketahui sejak dini, sehingga memudahkan petugas untuk melakukan upaya meminimalisir adanya korban saat terjadi bencana.


Sementara pihak Perum Perhutani Jember, menyambut baik apa yang dilakukan oleh jajaran Polres Jember, Desianus selaku Waka Perhutani wilayah Jember Selatan mengatakan bahwa sinergitas dan koordinasi diperlukan dalam penanganan bencana, terlebih ada beberapa titik di wilayah kewenangan Perhutani yang juga mengalami rawan longsor.


“Koordinasi ini cukup bagus, dan kami tentu sangat senang, terlebih ada beberapa titik rawan longsor yang ada di kawasan milik Perhutani yang perlu penanganan secara bersama-sama, untuk kawasan milik Perhutani yang terdapat titik-titik longsor itu ada di wilayah Bangsalsari, Rambipuji dan Panti,” ujar Desianus.


Hal yang sama juga disampaikan oleh Rudi salah satu staf PTPN XII Jember, menurut pria asli Jember ini, beberapa titik rawan longsor yang berada di wilayah kawasan PTPN hampir tersebar mulai dari ujung kulon timur Jember di sepanjang lereng gunung Argopuro.


“Kalau di kawasan PTPN XII, ada beberapa titik rawan longsor seperti di Gunung Gambir Sumberbaru, di Tanggul, Bangsalsari sampai di Arjasa,” pungkas Rudi saat ditemui wartawan di ruang kerjanya. (*)