n Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Pangdam IX/Udayana Tatap Muka Dengan Kelompok Tani Porang - Peduli Rakyat News

Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Pangdam IX/Udayana Tatap Muka Dengan Kelompok Tani Porang

Peduli Rakyat News | Jembrana,- Salah satu agenda dalam kunjungan ke wilayah Kabupaten Jembrana, Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak beserta rombongan berkesempatan turun langsung bertatap muka dengan kelompok tani tanaman porang di Perusahaan Daerah Unit Perkebunan Sangiang Desa Candikusuma Kecamatan Melaya, Sabtu (19/12/2020)

Turut hadir dalam kunjungan Pangdam IX Udayana diantaranya Asintel Kasdam IX Udayana Kolonel Arh I Made Kusuma Dhyana Graha, S.I.P, Asops Kasdam IX Udayana Kolonel Inf. Racmad Zulkarnaen, Aslog Kasdam IX Udayana Kolonel Cpl Simon Petrus Kamlasi, Aster Kasdam IX Udayana Kolonel Inf I Made Maha Patra, Dandim1617/Jembrana Letkol Inf Hasrifuddin Haruna S. Sos, Danyonif Mekanis 741/GN Letkol Inf. Amin M. Sahid, SH, Danramil 1617-03/ Melaya Kapten Inf Supena, Dansub Denpom IX/3-2 Negara Kapten CPM Doni Kristian SH.

Kedatangan Pangdam IX Udayana beserta rombongan disambut langsung oleh Kepala Kantor Unit Sangiang I Gusti Ketut Darmayasa beserta warga kelompok tani porang. Dihadapan Pangdam IX Udayana Kepala Kantor Unit Sangiang menjelaskan terkait luas lahan yang ada di perkebunan unit Sangiang (Persil) seluas 106 Hektar. Untuk penanaman Porang lahan yang sudah siap saat ini seluas 25 hektar yang mana jumlah bibit Porang yang dibutuhkam sebanyak 500.000 pohon, namun saat ini baru terialisasi seluas 4 hektar dgn jumlah bibit Porang yg dihabiskan sebanyak 100.000 pohon. 

I Gusti Ketut Darmayasa juga menjelaskan saat ini kendala yang dihadapi petani dalam budidaya porang adalah keterbatasan modal dan adanya isu lahan perkebunan yang akan dialih fungsikan menjadi lahan industri dari Pemerinta Provinsi Bali sehingga pihak pemilik lahan dalam hal ini Perusda Kabupaten Jembrana menjadi ragu untuk mengembangkan budidaya Porang dimaksud. Sehingga dengan adanya kendala tersebut para memohon kepada Pangdam IX Udayana untuk bisa menjadi penyambung lidah warga ke Pemerintah Provinsi Bali agar lahan yang ada di perkebunan seluas 106 Hektar bisa tetap dijadikan lahan perkebunan.

Menyikapi adanya penyampaian terkait kendala yang dihadapi para petani porang tersebut, Pangdam berjanji akan mengkoordinasikan ke Pemerintah Provinsi Bali sehingga apa yang menjadi keinginan para petani bisa direalisasikan dan petani bisa menanam porang tanpa ada keraguan terkait lahan. (Agus)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.