n Dua Bangkai Kapal Hanyut Diterpa Badai, Rusak Lahan Budidaya Rumput Laut - Peduli Rakyat News

Dua Bangkai Kapal Hanyut Diterpa Badai, Rusak Lahan Budidaya Rumput Laut

Peduli Rakyat News | Denpasar,- Hembusan Angin kencang yang disertai hujan melanda perairan pantai di sejumlah daerah di Bali beberapa hari belakangan ini mengakibatkan sejumlah peristiwa bermunculan, dari tenggelamnya nelayan yang sedang mencari ikan di tengah laut sampai terseretnya arus bangkai kapal ikan Asing yang ditambatkan di sekitar perairan Pelabuhan Benoa Bali. Minggu (18/10/2020)

Sebelumnya tanpa diketahui motifnya, Bangkai Kapal Ikan Asing yg diduga ditambatkan di sekitar Pelabuhan Benoa, terlihat terdampar di perairan Pulau Serangan Denpasar - Bali.

Mengetahui kejadian tersebut, melalui group WhatsApp POKMASWAS Provinsi Bali, I Wayan Loka ketua POKMASWAS Karya Segara Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar menyampaikan, permohonan agar Dinas Kelautan Provinsi Bali turun ke TKP. Mengingat di Lokasi perairan tersebut banyak budidaya rumput laut milik nelayan dan saat ini tanaman rumput laut milik nelayan banyak yang rusak di gilas oleh bangkai Kapal Ikan Asing yang terdampar dilokasi budidaya rumput laut.

"Sementara, dari keterangan sumber yg dapat dipercaya juga mengatakan bahwa. Bangkai kapal Ikan asing yang ditambatkan di sekitar perairan Pelabuhan Benoa mengalami putus tali, karena gelombang pasang dan ombak besar sehingga terdampar di pantai perairan Pulau Serangan.

Sehubungan dengan kejadian tersebut, sejumlah petani budidaya rumput laut terpaksa memindahkan seluruh rumput laut yang ia tanam, mengingat di lokasi penanaman rumput laut ada kapal terdampar dan terlihat ada pencemaran berupa cairan yang diduga solar atau oil yang bersumber dari kapal ikan yang terdampar di lokasi tersebut, ucap Wayan Loka

Berdasarkan Laporan dari Ketua POKMASWAS Karya Segara Serangan Denpasar Selatan, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali mengadakan koordinasi secara terpisah via Hand Phone kepada instansi terkait guna segera diadakan pengecekan di lokasi kejadian yang di maksud oleh ketua POKMASWAS Karya Segara Serangan.

Setibanya di lokasi petugas langsung melakukan pengecekan dan memanggil pemilik eks kapal ikan asing guna dilakukan mediasi, namun mengingat saat ini hari Minggu yang mana Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan libur maka, mediasi akan di laksanakan setelah berkoordinasi antar instansi esok.

Secara terpisah, Dari keterangan Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali I Gede Yudana mengatakan, karena ini hari Minggu kantor tutup jadi masalah kejadian tersebut, besok akan saya laporkan terlebih dahulu ke Bapak Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali. Dan selanjutnya menunggu perintah dari Bapak Kadis Lautkan Provinsi Bali.

Salah satu harapan dari para petani budidaya rumput laut yang ada di serangan melalui ketua POKMASWAS Karya Segara mengatakan, agar para pihak terkait sudi kiranya dapat membantu untuk mencarikan solusi agar kerugian yang dialami oleh Petani budidaya rumput laut di Serangan bisa diberikan kompensasi, pungkasnya. (Agus)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.