Pemkab Jember Salurkan Bantuan Sembako Kepada 1.980 Pekerja di Bidang Transportasi


Peduli Rakyat News | Jember,- Di masa pandemi covid-19 yang terjadi saat ini, Pemkab Jember melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember juga telah membagikan bantuan sembako kepada 1.980 pekerja/insan transportasi di Kabupaten Jember.

Gatot Triyono, Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 dalam hal itu menjelaskan bahwa, insan transportasi yang mendapatkan bantuan itu meliputi ojek pangkalan (Opang), ojek online (Ojol), angkutan desa (Angdes), angkutan kota (angkot), taksi, awak bus, angkutan umum, tukang becak serta juru parkir.

Gatot menjelaskan, bantuan yang diberikan kepada mereka itu untuk mengurangi beban yang timbul sebagai dampak situasi Covid-19 yang sedang terjadi saat ini. Untuk bantuan yang diterima insan transportasi berupa beras 5kg, minyak 2 liter, gula 1 kg, serta uang tunai Rp. 100 ribu.

Gatot pada kesempatan itu juga menjelaskan data dari gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, menyebutkan 1.980 insan transportasi yang mendapatkan bantuan itu terdiri dari, 368 Opang, 184 Ojol, 109 Angdes, 165 Angkot, 31 taksi, 184 awak bus, 287 angkutan umum, 391 tukang becak serta 261 juru parkir.


Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, menjadi tempat penya─║uran bantuan kepada ribuan insan transportasi tersebut. Dengan pendampingan dari perangkat setempat, acara berlangsung lancar dan aman.

Dalam kesempatan itu, Jum'at, 26 Juni 2020, Lurah Jember Kidul, Yoyok Sulistioso berharap bantuan yang diberikan bisa memberikan manfaat kepada insan transportasi, lebih khususnya bagi mereka yang berada di wilayah Jember Kidul.

“Selama masa pandemi, para insan transportasi penghasilannya berkurang, sehingga berdampak pada keluarga,” ungkap Yoyok.

Yoyok menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkab Jember yang telah memberikan bantuan tersebut.


Salah seorang ojek pangkalan asal Kelurahan Jember Kidul, Taufiq menyatakan pendapatannya menurun secara drastis pada masa pandemi korona. “Biasanya mangkal di Pasar Tanjung. Kalau normal penumpangnya bisa 50 ke atas, sekarang 25 untung,” ujarnya.

Taufiq bersyukur menerima bantuan dari Bupati Jember, dr. Faida, MMR. “Alhamdulillah bisa untuk menyambung kehidupan,” tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang sopir angkot, Slamet Riyadi. Sopir angkot atau biasa disebut Lin ini juga menyatakan penghasilannya merosot jauh hingga menjadikannya pengangguran selama beberapa bulan terakhir ini.

"Karena jika dipaksa tetap menjalankan angkutannya maka akan merugi lebih besar lagi karena sepi penumpang, kurang lebih sudah dua bulan tidak narik, Linnya dikandangkan,” ujarnya.

Slamet sebagai warga Kelurahan Jember Kidul ini mengungkapkan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan oleh pemrintah ini, karena sangat membantu sekali buatnya dan keluarga. (*)

Posting Komentar

0 Komentar