n Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, Bagikan Sembako Terdampak Covid-19 - Peduli Rakyat News

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, Bagikan Sembako Terdampak Covid-19

Peduli Rakyat News | Jembrana,- Penyerahan Secara Simbolis Bantuan Sembako oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yang bersumber dari Anggaran APBD kepada Masyarakat Kecamatan Melaya yang terdampak Covid-19, di Kantor Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana-Bali, Rabu (13/5) kemarin.

Selain Bupati Jembrana I Putu Artha SE. MM. Tampak hadir Dandim 1617/Jembrana diwakili  
Danramil 1617-01/Melaya Kapten Inf Agus Muhid, Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa S.I.K, Kajari, Para Asisten Sekda Kab. Jembrana, Kadis Sosial Kab. Jembrana dr. Made Dwipayana, MPPS, PLT Kasatpol PP Kab. Jembrana Gusti Ngurah Darma Putra, S. Sos, serta puluhan ASN lainya.

Kadis Sosial Kab. Jembrana dr. Made Dwipayana, MPPS. Menjelaskan Dengan terjadinya pandemi penularan novel Coronavirus atau yang sering disebut dengan Covid-19, maka telah terjadi akibat yang sangat masif dan menyeluruh dalam kehidupan masyarakat termasuk di Kabupaten Jembrana.

"Untuk penanganan dampak Covid-19 maka ditetapkan 3 intervensi utama dengan sumber dana dari APBD tersebut adalah yang pertama intervensi Bidang Kesehatan, kemudian intervensi Bidang Ekonomi dan intervensi Jaring Pengaman Sosial, merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar yang menjadi masalah yang besar akibat penurunan kemampuan keluarga untuk mendapatkan penghasilan yang cukup, serta penurunan aktivitas publik dan transportasi dan adanya karantina parsial di beberapa tempat" jelasnya.

Alokasi dana jaring pengaman sosial di Kabupaten Jembrana diluncurkan dalam beberapa tahap, tahap pertama ini di alokasikan dana sebesar 4,339 miliar yang kemudian dilepaskan untuk 7.180 KK penerima manfaat, dengan nilai Rp. 200.000 /KK / bulan akan diberikan selama 3 bulan. 

"Jadi yang hari ini adalah yang pertama nanti berikutnya akan ada 2 lagi pembagian sembako kepada KK yang menjadi penerima manfaat, dengan rincian : Beras kualitas premium sejumlah 10 kg, Gula pasir 3 kg, Minyak goreng 3 liter, termasuk kemasan distribusi sampai dengan ke desa kelurahan dan  distribusi dimulai hari ini Rabu tanggal 13 Mei 2020" tambahnya.

Jumlah Paket semko yang di terima untuk Masyarakat Desa wilayah Kecamatan Melaya berjumlah 1382 KK, yang dibagikan hari ini yaitu 8 Desa dan 1 Kelurahan.

Pada Kesempatan kali ini, Bupati Jembrana mengatakan, Adanya Pandemi virus Corona (Covid-19) yang mewabah di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan khususnya di Kab. Jembrana, pemerintah Kab. Jembrana telah melaksanakan penyisiran anggaran pemkab jembrana dalam rangka memberikan  bantuan jaring pengaman sosial berupa sembako kepada masyarakat yang terdampak selama 3 bulan.

"Hari ini telah dilaksanakan pemberian bantuan sembako secara simbolis kepada masyarakat dan diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat" pungkasnya

"Agar pemberian bantuan sembako jangan sampai disalahgunakan, Para lurah/kepala desa agar melaksanakan monitoring dan pengecekan terhadap penerima sembako sehingga tidak terjadi adanya masyarakat yang menerima bantuan ganda" ujarnya

Bantuan yang akan diantar pihak TNI dan Polri, yang merupakan instruksi pusat dan diharapkan agar betul-betul sampai kepada si penerima.

"Agar penyerahan sembako ini nantinya tepat sasaran dengan tepat guna manfaat nanti bisa di manfaatkan kepada warga yang terdampak covid tersebut" pintanya mengakhiri.

Selesai Penyerahan Bantuan Sembako secara simbolis dilanjutkan dengan Bupati Jembrana beserta Rombongan meninjau dan menyerahkan secara langsung Bantuan Sembako berupa Beras premium sejumlah 10 kg, Gula pasir 3 kg dan Minyak goreng 3 liter kepada satu orang perwakilan di masing-masing Desa/Kelurahan se-Kecamatan Melaya.

Kepala Desa (Perbekel) Desa Manistutu I Komang Budiana saat dijumpai di ruang kerjanya Kamis, (14/5) mengatakan, harapan kami dengan adanya bantuan sembako yang digelontorkan dari dana APBD dapat meringankan warga kami yang terdampak pandemi wabah virus Corona (Covid-19) dan kami akan tetap melakukan monitoring terhadap warga kami agar tidak menerima bantu.(*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.