n Tiga Warga Kabupaten Probolinggo Terkonfirmasi Positif COVID-19 - Peduli Rakyat News

Tiga Warga Kabupaten Probolinggo Terkonfirmasi Positif COVID-19

Peduli Rakyat news | Probolinggo,- Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencantumkan sejumlah Kabupaten/Kota yang kini menjadi kawasan Zona Merah COVID-19. Berdasarkan Peta Sebaran COVID-19 yang dilansir dari website http://infocovid19.jatimprov.go.id/ hari Jum’at (10/04) jam 5 sore di Kabupaten Probolinggo, ada 3 Orang yang terkonfirmasi Positif COVID-19. Selain itu, Peta Sebaran Covid-19 Pemprov Jatim juga menuliskan, ada 296 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) sebanyak 10 orang.

Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, SE merilis secara resmi pukul 21 jumat malam bertempat di pendopo rumah dinas bupati .jln A yani  kota  probolinggo .Bupati menjelaskan 3 warga terkonfirmasi positif Covid-19. Ketiganya bagian dari 10 peserta bimtek haji yang dikirim oleh Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada bulan Maret kemarin. 3 Warga yang terkonfirmasi positif corona merupakan 1 tokoh agama dan 2 tenaga medis. Semuanya berjenis kelamin laki-laki, yang berasal dari Kecamatan Tongas, Kecamatan Kraksaan, dan Kecamatan Paiton.

Untuk 7 orang lainnya, Pemkab Probolinggo masih menunggu konfirmasi dari pemerintah pusat. “Alhamdulillah, beliau bertiga kondisinya sehat tanpa keluhan,” kata Bupati Probolinggo saat memberikan keterangan pada Jumat (10/04) malam.

Dengan adanya 3 orang positif Covid-19, maka Peta Sebaran Covid-19 Pemprov Jatim untuk Kabupaten Probolinggo masuk dalam area zona merah bersama 3 daerah lainnya yaitu Kota Probolinggo, Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan. Sebelumnya, 4 daerah tersebut merupakan daerah yang belum menjadi zona merah Covid-19.

“Sebelumnya Kabupaten Probolinggo merupakan daerah yang aman. Dengan adanya rilis dari pusat dan provinsi, sudah menjadi zona merah,” kata istri Anggota DPR RI  Hasan Aminuddin itu.

Bupati Tantri juga membantah, Pemkab Probolinggo telah menutup atau menyembunyikan data kepada masyarakat. 

“Dalam dua hari ini, kami mendengar tudingan dari beberapa kelompok yang menyatakan pemerintah menutup-nutupi dan menyembunyikan status zona merah ini. Kami berkomitmen untuk melakukan segala prosedur yang diinstruksikan oleh pemerintah pusat,” kata Tantri.

Diketahui sebelumnya 10 peserta bimtek haji terdiri dari Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) 2 orang, Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) 2 orang yang berasal dari Kemenag Kabupaten Probolinggo, KBIH dan Kanwil Kemenag Jatim 1 orang. Sedangkan untuk Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) terdiri dari 6 orang yang berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. ( Glh)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.