Perkembangan Terkini Kasus Virus Berbahaya Covid-19 Di Jembrana

Peduli Rakyat News | Jembrana,- Perkembangan kasus Covid-19 yang ada di Jembrana, kali ini disampaikan dalam Pers Rilis oleh Juru Bicara Satgas Penanggulangan COVID-19 Dr. Gusti Putu Arisanta di Kantor Satgas Penangulangan COVID-19 BPBD Kabupaten Jembrana-Bali, Minggu (19/4).

Tampak Hadir Kadis Kominfo Kab.Jembrana I Made Gede Budiartha SSTP., M.SI, Humas Pemda Kab.Jembrana I Putu Wiswa Abihjana, serta puluhan awak media.

Dijelaskan, Dalam Pers Rilis Kasus COVID-19 Kab.Jembrana, sebanyak 138 Orang ODP (60 orang dalam pemantauan/isolasi di rumah dan 78 orang sudah selesai pemantauan dan sudah dalam keadaan sehat), PDP sebanyak 17 orang (10 orang dalam pengawasan/Isolasi RSU Negara dan 7 orang masih menunggu hasil Rapid Tes) dan yang Positif terjangkit COVID-19 sebanyak 9 orang. Sementara Sembuh sebanyak 3 orang berdasarkan hasil rapid tes/SWAB tes dan dinyatakan sehat (sudah bisa pulang).

"Saat ini orang yang masih Positif COVID-19 di Kab.Jembrana sebanyak 6 orang yaitu 5 orang dirawat di RSU Negara dan 1 orang dirawat di Rumah Sakit Udayana Denpasar" jelas Dr. Gusti Putu Arisanta

Selain itu, disampaikan bahwa hotel yang disiapkan Pemerintah Daerah Kab.Jembrana dalam rangka Isolasi/Karantina Pekerja Migran Indonesia Asal Jembrana salah satunya Hotel Jimbarwana, Hotel Ratu, dan Hotel Negara.

Saat ini Jumlah PMI asal Jembrana yang melaksanakan Isolasi/Karantina di Hotel Jimbarwana sebanyak 63 orang,  di Hotel Ratu sebanyak 21 orang, dan Hotel Negara sebanyak 9 orang, total PMI yang di isolasi sebanyak 93 orang, dan kedatangan PMI asal Jembrana akan terus berlangsung setiap harinya dengan jumlah yang belum bisa ditentukan namun Pemerintah Daerah Kab.Jembrana sudah menyiapkan tempat lainnya yang akan dijadikan sebagai lokasi Isolasi/Karantina Pekerja Migran Indonesia Asal Jembrana.

Ditempat yang sama, Kadis Kominfo Kab.Jembrana I Made Gede Budiartha SSTP., M.SI, menyampaikan, "untuk ODP, PDP dan Positif COVID-19 serta Pekerja Migran Indonesia Asal Jembrana yang di isolasi/karantina tersebut tidak dibebankan biaya apapun karena semua sudah ditanggung oleh Pemerintah" pungkasnya. (Agus/Suar)

Posting Komentar

0 Komentar