Iklan

Selasa, 03 Maret 2020, Maret 03, 2020 WIB
Last Updated 2020-03-25T08:55:48Z
Jember

Pemerintah Menghimbangu Warga Tidak Mendekat ke Lokasi Bencana Jompo


Peduli Rakyat News | Jember,- Kepada masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi bencana longsor Kalijompo di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates. Hal itu disampaikan oleh Gatot Triyono, Kepala Dinas Komukasi dan Informatika Pemkab Jember.

“Saat ini kondisinya belum bisa diprediksi, apakah bangunan ruko yang tersisa masih kuat. Terlebih masih terasa bangunan bergerak,” ujar Kadin Gatot.

Pada saat bergeraknya bangunan ruko yang tersisa dirasakan sejumlah pekerja konstruksi yang sedang membongkar sarana yang ada di dalam salah ruko. Kejadian itu pada pukul 12.58, Selasa, 02 Maret 2020, membuat sejumlah pekerja berlari keluar ruko meninggalkan pekerjaannya untuk menyelamatkan diri.


“Kalau masyarakat mendekat tentu bisa membahayakan diri sendiri,” tegas Kadin Gatot.

Saat ditemui diruang kerjanya, Kadin Gatot lebih lanjut mengatakan, selain membahayakan diri sendiri, banyaknya warga yang mendekat bisa menggangu kerja tim tanggap bencana. "Kami juga berharap kepada masyarakat untuk tidak menonton proses evakuasi yang bisa menyebabkan macet jalan alternatif,” imbuhnya.

Andi selaku salah satu pekerja, mengaku pada saat itu merasakan getaran bangunan ruko saat naik tangga untuk membongkar bagian atas ruko. "Agak bergetar sedikit, kayak gempa, tapi sedikit,” imbuhnya.


Ditempat terpisah, Danang Andriasmara, St., M.Si., sebagai Plt. Sekretaris DPU Bina Marga, menjelaskan bahwa tim tanggap bencana sempat menghentikan upaya pengangkatan material runtuhan ruko dari Sungai Jompo tersebut.

Proses penghentian itu dilakukan sekitar pukul 12.00 wib, setelah mendapatkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember tentang debit air naik di bagian hulu Sungai Jompo. "Kami saat ini sebenarnya sedang berhadapan dengan alam,” ujarnya. “Jadi kami harus berhati-hati,” imbuhnya. Selanjutnya , proses pengangkatan material itu kembali dilakukan setelah sore hari.

Danang lebih lanjut menjelaskan, terkait dengan pengangakatan material reruntuhan bangunan ruko, aat ini masih berupaya menghancurkan beton bekas penyangga ruko untuk meringankan beban saat crane nantinya mengangkat besi bekas beton tersebut untuk dipindahkan ketempat yang sudah disiapkan.(*)