Iklan

Rabu, 11 Maret 2020, Maret 11, 2020 WIB
Last Updated 2021-06-17T16:01:09Z
BaliBeritaJembrana

Nelayan Temukan Mayat Mengapung Di Perairan Pantai

Peduli Rakyat News | Jembrana,- Arsin (55) seorang Petani asal Banjar Yehsumbul, Desa Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, Rabu (11/3) pagi-pagi buta dikejutkan sosok mayat mengapung dalam posisi tertelungkup saat dirinya hendak memasang jaring ikan di perairan pantai Desa Yehsumbul.

"Awalnya sekira pukul 04.00 Wita saya memasang jaring ikan di perairan pantai Desa Yehsumbul. Saat melempar jaring saya lihat sesuatu mengapung di arah Barat yang berjarak kurang lebih 500 meter. Saya seperti melihat punggung manusia dan setelah saya pastikan dengan berjalan mendekatinya, ternyata memang benar saya lihat yang mengapung itu adalah mayat orang. Walaupun kondisi air laut surut, mayat badan mayat yang mengapung tersebut masih menyentuh pasir karena berjarak hanya sekira 100.meter dari pasir pantai", terang Arsin.

Arsin mengaku takut nantinya mayat itu akan terbawa arus karena masih terkena ombak. Dengan kondisi tersebut Arsin langsung menghubungi Kelihan Banjar Yehsumbul, Bahrullah (44) kemudian mereka berinisiatif untuk membawa mayat ke pinggir pantai bersama lima orang warga.

"Saat diangkat bersama lima orang warga saya terkejut karena korban merupakan salah seorang warga Desa Yehsumbul sehingga dengan keadaan tersebut korban langsung kita bawa kerumahnya dan melaporkan penemuan itu kepada pihak Kepolisian", jelas Kelihan Banjar.

Dari hasil pemeriksanaan Tim Medis Puskesmas II Yehembang An. Dr. Rina bersama Unit Inafis Sat Reskrim Polres Jembrana didapat hasil bahwa tinggi badan korban 160 cm, titemukan memar di pelipis kiri dan lengan kiri dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik serta korban diidentifikasi bernama Mashadirin (46) seorang pekerja Wiraswasta adal Banjar Yehsumbul Barat.

Sementara itu, Mansur (40) yang adalah adik korban menerangkan bahwa korban memiliki hobi menjala ikan dan sekira pukul 22.00 Wita korban mengajak dirinya untuk pergi menjala di pantai Desa Yehsumbul. "Waktu itu saya menolak karena capek dan korban pergi menjala sendiri sekira pukul 24.00 Wita di muara pantai Desa Yehsumbul", jelas Adik Korban.

Mansur menambahkan, korban tidak mempunyai riwayat penyakit medis sehingga korban meninggal diduga tenggelam saat menjaring ikan di perairan pantai Desa Yehsumbul. (Suar)