Iklan

Senin, 09 Maret 2020, Maret 09, 2020 WIB
Last Updated 2021-06-17T16:01:09Z
BaliBeritaJembrana

Kelompok Pertanian Mendapatkan Bantuan SP3T

Peduli Rakyat News | Jembrana,- Kelompok Pertanian yang di Bali lebih dikenal dengan nama Subak, diantranya Subak Tibu Beleng yang berlokasi di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrqna, Provinsi Bali, Senin (9/3) mendapatkan bantuan Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) dan Penanaman Bibit Buah - Buahan dari Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang bersumber dari Dana APBN.

Bantuan SP3T dan Penanaman Bibit Buah - Buahan tersebut diinisiasi oleh Drs. I Made Urip, M.Si yang merupakan Aanggota DPR RI Komisi IV dan bersifat Swakelola.

Urip menjelaskan, adapun bantuan yang direaslisasi berupa Alsinta (Alat Mesin Pertanian) diantaranya RMU, Vertical drayer, Mesin pengepak dan Alat panen berupa Combine Harvester, sedangkan bangunan gudang dan kantor Koptan dilaksanakan secara swadaya. "Tujuan dari bantuan SP3T ini agar pengembangan kawasan pertanian terutama padi/beras dapat dikelola berbasis korporasi petani, karena luas lahan di kawasan ini 635 Ha yakni Subak Tibu Beleng seluas 395 Ha, Subak Jagaraga seluas 200 Ha dan Subak Penyaringan seluas 40 Ha", jelas Urip.

Sementara itu, sambutan Bupati Jembrana, I Putu Artha, SE.MM yang dibacakan Asisten III Sekab Jembrana, Drs. I Ketut Erawan Karyadi pada intinya menyampaikan bahwa sektor pertanian merupakan modal yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. "Industri kreatif yang mangcu pada pendapatan masyarakat sudah banyak berkembang di masyarakat, itu yang menjadikan masyarakat semakin meninggalkan pertanian sebagai sumber pendapatan. Untuk saat ini pemerintah telah melaksanakan percepatan luas tambah tanam serta menggalakan program program pemerintah di bidang pertanian. Ucapan terimaksih kepada bapak I Made Urip telah memfasilitasi sehingga dengan bantuan mesin SP3T dapat meningkatkan produkifitas pertanian di Kabupaten Jembrana", sambutnya.

Dalam kesempatan itu, Drs. l Made Urip, M.Si juga menyampaiakan bahwa Bali merupakan daerah agraris, namun pada saat ini lebih fokus pada bidang pariwisata namun hal tersebut harus diantisipasi dengan kembali menjaga sektor pertanian dengan tidak mengalihkan fungsi lahan pertanian dikerenakan dibali tidak memiliki lahan baru untuk pertanian, diharapkan sawah di Jembrana pada khususnya dijadikan suatu kawasan pertanian dan melalui bantuan APBN dalam memfasilitasi petani di bidang pertanian, perternakan serta holtikultura dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat.

Seusai sambutan, kegiatan dilanjutkan peresmian mesin SP3T dan penanaman bibit buah buahan. (Suar)