Iklan

Kamis, 20 Februari 2020, Februari 20, 2020 WIB
Last Updated 2020-02-19T19:27:51Z
Jember

Kabar Penculikan Siswi SDN Jember Lor Hanya Salah Faham

Peduli Rakyat News | Jember,- Rabu (19/02) Kasatreskrim Polres Jember memberikan klarifikasi perihal penculikan anak yang menyebar luas pada sosial media. Pada waktu memberikan klarifikasi Polres Jember memdatangkan semua pihak terkait.

Pada saat diwawancarai Kasatreskrim Polres Jember Mengatakan, “Kami kemarin mendapat informasi dari media sosial bahwa ada percobaan penculikan, kemudian kita segera tindak lanjut untuk kita ambil keterangan dari yang diduga korban untuk dimintai klarifikasi perihal dugaan salah satu orang yang diyakini oleh korban melakukan percobaan penculikan, setelah diklarifikasi ternyata yang diduga sebagai pelaku percobaan penculikan adalah satu wali murid dari siswa kelas 4, saat klarifikasi kita bersama Bansos mendampingi korban bahwa ternyata bukan percobaan penculikan tetapi sehingga terjadi salah faham dikerenakan pak Hariyanto dekat dengan hampir semua murid. Siswa ini yang mungkin tidak kenal dengan pak Hariyanto sehingga mengatakan bahwa itu percobaan penculikan, tadi sudah dibenarkan juga oleh korban karna kemarin masih belum bisa dimintai keterangan sebab masih anak-anak dan kita masih harus berkomunikasi dengan Bansos serta orang tuanya”, Ucapnya.

Sedangkan Untuk kejadian Penculikan yang di Semboro Kasatreskrim Polres Jember Menambahkan, “Kalau yang Semboro itu waktu kita datang ke TKP dua hari yang lalu memang dari TKP sendiri sudah tidak wajar, karna dari media sosial bahwa yang bersangkutan diculik dirumahnya dengan menggunakan mobil, sedangkan di TKP sendiri mobil tidak bisa masuk jadi saya anggap itu berita bohong”, Tambahnya.

Selesainya Kasatreskrim Polres Jember memberikan penjelasan langsung dilanjutkan oleh bapak Hariyanto untuk memberikan klarifikasi tentang kasus percoban penculikan yang menimpanya. Beliau menjelaskan, “Ya istilahnya gimana ya pak, wong saya Cuma wali murid nanti malah yang rugi saya, karna cucu saya tidak mau sekolah kan akibatnya bahaya, saya selaku kakeknya harus bertanggungjawab untuk tindakan selanjutnya”. Lanjutnya, “Kalau kemarin kejadiannya saya jemput sekitar jam 11.50 WIB saya parkir motor saya diperhutani lalu saya cek apakah cucu saya sudah keluar apa belum, ternyata belum jadi saya kembali kemotor sambil nunggu cucu saya sampai keluar, baru keluar jam 12.40 WIB. Kebiasan saya dijalan sering bergurau dengan anak-anak, itu kejadian yang sebenarnya. Kalau saya itu kebiasaan kalau datang tos saya kenal lalu saya elus bahunya”, Ungkap pak Hariyanto.

Ketika kepala sekolah yang bersangkutan diwawancarai mengenai kasus ini menjelaskan, “Saya ucapkan terima kasih pada pihak Polres Jember dan Alhamdulillah tidak sampai waktu 24 jam ini sudah terkuak. Kami diawal pada jam 14.30 WIB itu menyampaikan disekolah tidak ada apa-apa mjadi kita sudah selesai dengan wali murid, tapi setelah itu viral ya kita selesaikan”, Ungkap kepala sekolah.

Dari pihak Dinsos tentang menambahkan, “untuk saat ini masih esesmen awal nanti kita akan melakukan kunjungan bagaimana pemulihan trauma healingnya, jadi kita akan terapi jika memang anak ini membutuhkan rujukan psikolog kami akan rujuk ke psikolog, tapi untuk saat ini kondisi awal anak-anak baik semua”, Ungkap pihak Dinsos.(Tim)