Iklan

Jumat, 21 Februari 2020, Februari 21, 2020 WIB
Last Updated 2020-03-11T14:34:42Z
Jember

Guna Sukseskan Sensus Penduduk Secara Daring, Diskominfo Gelar Bimbingan Teknis


Peduli Rakyat News | Jember,- Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Badan Pusat Statistik (BPS)  melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) sensus penduduk secara daring kepada sejumlah aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember, Kamis 20 Februari 2020.

Habib Salim S.Si, sebagai Kepala Bidang Aspirasi dan Layanan Informasi Publik pada Diskominfo menyatakan, diadakannya bimtek ini adalah untuk menyukseskan sensus penduduk tahun 2020 yang dilakukan secara online. Sebanyak 160 ASN dari masing-masing OPD, kecamatan, kelurahan, dan Puskesmas diundang sebagai peserta bimtek.


Harapannya adalah mereka dapat menjawab pertanyaan masyarakat tentang sensus secara daring yang akan berlangsung hingga 31 Maret. "Pertama adalah mereka bisa mengisi dulu," kata habib.

Lebih lanjut habib menjelaskan, hal tersebut sesuai dengan arahan Bupati Jember, dr. Faida, MMR.,  untuk semua ASN diharapkan terlebih dulu mengisi sensus secara daring ini. Karena itu, pemerintah memberikan edukasi berupa bimtek ini. "Edukasi tidak hanya kepada ASN, juga kepada masyarakat yang dijadwalkan keliling, juga informasi di media sosial," imbuhnya.

Sementara itu, Emil Wahyudiono sebagai Kepala Seksi Statistik Sosial BPS Kabupaten Jember, menyampaikan, bimtek ini dilakukan agar target yang diberikan Bupati Jember yaitu untuk sensus daring minimal 50 persen tercapai. "Pemkab sudah bergerak untuk menindaklanjuti itu. Antusiasme peserta juga cukup bagus," ungkapnya.


Terkait hal itu, Emil juga menyatakan banyak peserta yang mengajukan pertanyaan yang berbobot. Ini karena peserta sudah melakukan sensus daring. Dalam sensus penduduk ini, untuk bisa masuk menggunakan KK dan NIK yang tercatat ke database BPS.

Emil menjelaskan , dalam pengisiannya tidak perlu tergesa-gesa. Isikan datanya sesuai kondisi riilnya. Di website diberikan semacam kemudahan. "Menurut saya, data sensus ini sebagai penentu pengambilan kebijakan. Jika data akurat dan bagus maka kebijakan yang diberikan akan tepat sasaran,"pungkasnya.(*)