Iklan

Kamis, 02 Januari 2020, Januari 02, 2020 WIB
Last Updated 2021-06-17T16:11:58Z
BeritaJatimJemberTerkini

Pemkab Jember Terangkan Penyebab KLB Keracunan Ikan Tongkol


Peduli Rakyat News | Jember,- Bertempat di aula bawah Pemkab Jember , Kamis 02 Januari 2020 , Dinas Kesehatan dan Dinas Perikanan Kabupaten Jember bersama Loka POM Jember menjelaskan hasil penanganan terhadap kasus keracunan masal yang terjadi saat malam tahun baru 2020. Cara pengawetan dan pengolahan ikan diduga menjadi penyebabnya.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan , Dyah Kusworinui , SKM mengatakan bahwa penyebabnya adalah keracunan dari makan ikan tongkol itu . Namun , untuk lebih lanjut kandungan didalamnya kita masih menunggu hasil dari test laboratorium .

“Dalam kejadian ini , kami tidak mencurigai adanya bahan-bahan lain yang ada dalam ikan tongkol iitu,” ujar Kadinkes Dyah Kusworini kepada sejumlah wartawan saat Konferensi pers di Media Centre Pemkab Jember.

Dari data yang dihimpun oleh dinas terkait, korban keracunan ikan tongkol sejak malam pergantian tahun tercatat 250 orang. Sampai Kamis, 02 Januari 2020, masih terdapat 2 orang yang menjalani rawat inap di fasilitas kesehatan . untuk yang lainnya telah diperbolehkan pulang.

“Sebagian besar pasien ini keluhannya diawali dengan gatal, panas dalam tubuh, pusing, mual, ada yang muntah, dan membuat badan gemetar,” ungkap Kadinkes Dyah Kusworini.


Kadinkes Dyah Kusworini mengimbau warga dari peristiwa itu, apabila merasa ada gangguan kesehatan seperti telah disebutkan diatas untuk segera ke fasilitas kesehatan terdekat. Ambulans juga sudah disiapkan apabila dibutuhkan untuk angkutan ke puskesmas , tinggal hubungi 425-222.

Dalam kesempatan itu Kadinkes Dyah Kusworini juga mengungkapkan, semua fasilitas kesehatan sudah disiapkan untuk pengobatan. “Termasuk di RS Jember, sudah disiagakan untuk menerima rujukan pasien, dan gratis tanpa dipungut biaya,” terangnya.

Any Koosbudiwati, sebagai Kepala Loka POM Jember mengungkapkan, terkait kasus ini dugaannya adalah kandungan histamin pada insang ikan tongkol yang meningkat, dan itu karena salah pengolahannya.

“Akan diambil tiga sampel ikan tongkol dari beberapa tempat untuk diuji histaminnya. Untuk uji kandungan lainnya sudah dilakukan di laboratorium yang ada di PBLK Jember dan untuk mengetahui hasilnya masih harus menunggu proses paling lama 14 hari," ungkap Any Koosbudiwati.

Plt. Kepala Dinas Perikanan, Drs. Murtadlo MSi, dalam kesempatan itu juga mengatakan, ikan jenis apapun ketika dibiarkan begitu saja hilang kesegarannya. Terjadinya kasus tersebut karena ikan dibiarkan tidak diawetkan dengan baik. Kasus itu karena histamin yang ada di ikan tongkol jenis Locok.

“Memang masa segarnya pendek, tiga sampai empat jam,” terang Kadin Perikanan Murtadlo.

Kadin Perikanan Murtadlo juga mengatakan bahwa keracunan itu juga akibat terlalu banyak mengonsumsi ikan seperti itu, sementara  daya tahan tubuh kita dalam keadaan kurang bagus.(nuir)