Rapat Kordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Di Jembrana

Peduli Rakyat | Jembrana - Terkait Konflik Sosial yang marak terjadi, Kakan Kesbangpol Kab. Jembrana Drs. I Komang Dhiyatmika Pimpin Rapat Kordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Jembrana 
 di Warung Sri, Jl. Wijaya Kusuma, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana-Bali, Senin (2/12).

Selain Bupati Jembrana yang diwakili oleh Asisten I Kab. Jembrana Drs. I Nengah Ledang dan Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok, tampak hadir Kapolres Jembrana yang di wakili oleh Kasat Intelkam Polres Jembrana AKP I Gusti Ngurah Lanang Gel Gel, Camat Se-Kab. Jembrana, Kabag Ops Polres Jembrana yang diwakili oleh Ipda Komang Suartana serta puluhan pejabat dari berbagai instansi.

Kakan Kesbangpol Kab. Jembrana Drs. I Komang Dhiyatmika mengatakan, ucapan terimakasih banyak kepada peserta rapat Tim terpadu penanganan konflik sosial Kab. Jembrana dalam membahas situasi dan kondisi yang berkembang saat ini.

Kesempatan kali ini Asisten I Kab. Jembrana Drs. I Nengah Ledang yang mewakili Bupati Jembrana juga mengatakan, Masalah Penduduk Pendatang yang tidak terdata, tidak terkendali dan tidak terpantau dapat menjadi sumber permasalahan sosial dan kamtibmas, Adanya/terungkapnya kasus produksi/permentasi Narkoba di Penyaringan, dan tertangkapnya terduga teroris dan terdeteksinya warga jembrana yang diduga terpapar radikalisme, pencurian, perampokan adalah dikarenakan kelengahan kita selaku aparat dalam pengawasan keberadaan penduduk pendatang.
 
"Desa/Kelurahan yang mempunyai potensi penduduk pendatang diantaranya Kel. Gilimanuk, Melaya, Candikusuma, Cupel, Pengambengan, Baluk, Lelateng, Bajar Tengah, Loloan Barat, Loloan Timur, BB Agung, Dauh Waru, Perancak, Delod Brawah, Tegal Cangkring, Penyaringan. Medewi, Pulukan, Pekutatan, Pangyangan, Gumbrih dan Pengeragoan" jelasnya.

"Instruksi Bupati Jembrana
Pol PP dan Dinas Kependudukan Catatan Sipil lebih inten melakukan pengawasan kepada anggota/staf yang bertugas melakukan Pemeriksaan KTP di pos pemeriksaan Gilimanuk agar dapat melaksanakan tugas dengan baik dan benar, Pol PP, Camat, Perbekel/Lurah, Linmas dan Pecalang agar berkoordinasi dan bersinergi dengan aparat Kepolisian dan TNI untuk melakukan sidak penduduk pendatang secara rutin dan berkala" tambahnya. 

Kerja sama Camat, dan PerbekeI/Lurah agar mensosialisasikan dan mengajak serta warga masyarakat untuk peduli terhadap Iingkungan sekitar dengan melakukan tindakan segera melaporkan apabila ada/ditemukan penduduk yang tidak dikenal dilingkungannya, pun kalau ada aktifitas/ kegiatan-kegiatan yang mencurigakan seperti mengadakan pertemuan - pertemuan tenutup dengan orang orang yang bukan penduduk setempat, atau ketika ada penduduk yang tidak mau bersosialisasi /berinteraksi 
dengan masyarakat sekitar. 

Ditempat yang sama, Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok menyampaikan, Tingkatkan sinergitas terutama masalah penduduk pendatang yang ada di Desa Desa, serta lakukan sidak secara serentak/bersama - sama di masing masing Desa dengan teknis di bagi sehingga dalam pelaksanaannya ada hasil.

"Terkait orang asing, agar instansi terkait dalam hal ini pemerintah Daerah agar tertib administrasi" pungkasnya.

Masalah penertiban Penduduk Pendatang, Polres Jembrana tetap melakukan pemeriksaan terhadap penduduk pendatang baik siang maupun malam dan hal ini telah dilaksanakan masing - Masing Polsek Jajaran. 

"Pengawasan terhadap orang asing, dari Polres Jembrana tetap melaksanakan pengawasan dan data orang asing sudah terdata karena setiap hari tetap di laporkan ke Polda, dan kami Mengajak dan menghimbau untuk tidak larut dengan situasi terutama Jelang menghadapi Pilbup" tutur Akp. I Gst Ngr Lanang Gel Gel, mewakili Kapolres.

Staf BPBD Kab. Jembrana (Nyoman Budi Aryawa) pada momen ini juga menyampaikan
Masalah iklim, terutama Karhutla adalah menjadi atensi kita semua karena Jembrana memiliki hutan lindung yang sangat rentan terjadinya kebakaran.

"Masalah Nataru adalah menjadi atensi kita bersama guna menciptakan situasi yang kondusif demi amannya Jembrana" singkatnya.

Kesimpulan rapat terkait penanganan konflik sosial Agar selalu berkoordinasi/bekerjasama dalam mengantisipasi hal - hal yang bisa mengancam, mengganggu stabilitas keamana di Wilayah Kab. Jembrana agar selalu kondusif.

Diharapkan peran dari tim terpadu dapat mensosialisasikan kepada masyarakat guna mengantisipasi adanya bencana alam dan masalah Duktang yang masuk di Wilayah Kabupaten Jembrana. (Agus)

Posting Komentar

0 Komentar